Meski katanya dapat mempercepat hal yang ingin segera dilewatkan, pun juga memperlambat hal yang menyenangkan untuk dijalani
Dia tidak mau itu
Dia hanya ingin bisa mengelola ingatan
Menyeleksi lantas,
Mengeliminasi ingatan yang ingin dia buang jauh,
Sekaligus merawat kenangan yang ingin dia jaga utuh
Dia ingin lupa,
Tapi tak mau kenangannya hilang semua
Dia mau ingat,
Namun terkadang ingatan itu menyakitkan
Dia tidak mengingat, namun ingatan itu tak lekas lekang
Dia tak mau amnesia. Dia juga belum siap untuk pikun muda. Tapi dia ingin melupakan ingatan ini. Iya, ini.
Lupa adalah kondisi dimana kamu tidak ingat
Dan ingat adalah kondisi dimana kamu tidak lupa.
Dan dia tidak bisa memilih mana yang ingin dia ingat dan mana yang ingin dia lupa.
Kadang menggurutu saat lupa,
kadangpula bersyukur diberi lupa.
Itu implikasi.
Lantas apa yang harus ia lakukan?
Kata sebuah buku, penerimaan adalah cara terbaik
Namun bagaimana cara ia bisa?
Itu semua butuh waktu
Huh, kalau begini dia mau memperbudak waktu saja, kalau begitu
Ah nampaknya memperbudak waktu juga tak cukup
Lalu bagaimana, gelisah gundah gulana masih menyeruak dalam hatinya?
Ah, kalau begini kita tunggu saja
Nampaknya cara terbaik adalah menyibukkan diri sampai benar-benar lupa. Namun, dia bertanya-tanya, bisakah?
Entahlah. Singkat saja, dia harus sibuk. Tanpa waktu begini lagi.
- Aisyah Salsabila

