Duhai alam yang membara
Apa yang bisa kulakukan untukmu yang terlanjur mengasap?
Maafkan kami, makhluk Tuhan yg diberi mandat menjadi pemakmur bumi
justru melukaimu
Yang diberi akal untuk berpikir demi dunia yang lestari
malah mengkhianatimu
Ranting sudah menjadi abu
Bisakah kau berhenti alam?
Luapan rasamu memang disulut
oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab
Tapi amukanmu pun
merambah kepada orang lain
yang kadang tak tau apa-apa
Apa itu hutan tanaman industri
Apa itu hak konsesi
Apa itu regulasi
Apa itu korporasi sawit
Duhai alam, perkenankan kami
mohon maafkan kami
Sudahilah aumanmu, mohon kami
Ucap kami janji yang sebenar janji
Sungguh kami tak ingin merusakmu lagi
Dengan paradigma kapitalisme yang rakus
Alam, kepada Tuhan kami telah meminta hujan
Seraya mohon ampun atas ketamakan kami yang sudah-sudah
Kepada Tuhan kami hendak berjanji
Memperlakukanmu bak seorang putri
Dengan garis yang telah Ia nasabkan
Bahwa padang rumput, air, dan api,
Adalah hak umum yang tak dapat dibeli
Menjagamu, negara pun turut serta hadir
Memperuntukkanmu demi keberlanjutan hidup seluruh penduduk bumi
Dengan tetap mengacu pada hukummu agar kau lestari
*Ditulis oleh Aisyah Salsabila saat bencana Karhutla kembali melanda Sumatera dan Kalimantan
16 September 2019
